Peningkatan Kualitas Produk Manufaktur Dengan Aplikasi Lean Six-Sigma

  • H. Harisupriyanto Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, ITS Surabaya
  • M. Ferdian Rahma Supriyanto
Keywords: Lean, waste, sigma, defect, DPMO

Abstract

Kualitas produk adalah faktor penting yang mendasari keputusan konsumen untuk memilih produk dan jasa yang diinginkan. Kualitas pada awalnya dapat ditentukan oleh perusahaan, namun untuk pengembangan selanjutnya, perencanaan kualitas harus memperhatikan keinginan/ kebutuhan konsumen. Dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, maka organisasi-perusahaan perlu menerapkan konsep lean thinking, dengan tujuan mereduksi waste (pemborosan). Diperlukan metodologi yang mampu mengurangi variasi produk dan kesalahan proses produksi dengan metodologi Six Sigma. Aplikasi keduanya sering disebut Lean Six Sigma.
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas dari produk furniture. Banyaknya produk cacat, terutama adalah cacat tekstur permukaan dan dimensi, sehingga diperlukan rework yang menyebabkan perusahaan menderita kerugian. Perusahaan mengharapkan dapat menekan defect produk kurang dari 5%. Proses cutting dan forming tercatat adalah penyumbang produk cacat tertinggi, sehingga penelitian dibatasi pada kedua proses tersebut. Proses cutting dan forming dianggap problem utama, sehingga perhatian utama perbaikan kualitas adalah untuk kecacatan pada problem utama.
Sigma awal proses cutting dan forming secara berurutan adalah cukup bagus. Target yang ingin dicapai adalah meningkatkan nilai sigma kedua proses. Peningkatan nilai sigma akan diikuti dengan turunnya nilai defect per million opportunities (DPMO).

Published
2020-01-28